A. Pengertian dan Sejarah Khitan
1. Pengertian
Khitan
Khitan menurut bahasa adalah memotong
sedangkan menurut istilah khitan adalah membuka atau memotong kulit (quluf)
yang menutupi ujung kemaluan laki-laki dengan tujuan agar bersih dari kotoran
dan suci dari najis. Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga
kebersihanbaik kebersihan lahir maupun batin salah satunya dengan khitan. Sebab
jika seorang laki-laki tidak dikhitan maka ketika buang air kecil maka kotoran
air seni itu akan berkumpul di quluf atau ujung kulit kemaluan laki-laki.
Sedangkan air seni itu najis maka wudhu yang menjadi syarat sahnya shalat juga
tidak sah, sekaligus shalatnya tidak sah. Karena itu Nabi Muhammad SAW
mengajarkan kepada umatnya untuk berkhitan dan menjaga kebersihan:
Nabi
Muhammad SAW bersabda :
اَلنَّظَافَةُ مِنَ
اْلاِيْمَانِ
Artinya
: “Kebersihan itu sebagian dari iman”.
2. Sejarah
Khitan
Dalam
sejarah singkatnya khitan adalah syariat agama Islam yang berpangkal dari millah
(ajaran agama) nabi Ibrahim AS, khitan yang dilakukan nabi Ibrahim saat berumur
delapan puluh tahun dengan menggunakan kapak dan nabi Adam AS serta Siti Hawa
telah dikhitan ketika diciptakan oleh Allah SWT.
Firman
Allah SWT tentang perintah mengikuti ajaran Nabi Ibrahim dijelaskan dalam surat
An-Nisa ayat 125 :
وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًامِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَمُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَإِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفَا وَاتَّخَذَاللهُ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلاً.
Artinya
: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah SWT, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan
ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus kemudian Allah mengambil Ibrahim menjadi
kesayangan-Nya.(Qs.An-Nisaa ayat 125.).
Hadist Nabi Muhammad SAW menjelaskan:
عَنْ
أَنَسِ ابْنِ مَالِكٍ قَالَ: رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ :
مِنْ كَرَامَتِيْ عَلَى اللهِ أَنْ وُلِدْتُ مَخْتُوْنًا وَلَمْ يَرَ أَحَدٌ
سَوْأَتِيْ
Artinya: "Dari
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah SAW: "Diantara
kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepadaku adalah, aku dilahirkan dalam
keadaan sudah dikhitan karena itu tidak ada orang yang melihat
aurat/kemaluanku".
(HR. al- Thabrani, Abu Nuaym, al Khatib dan
ibn Asakir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar