Selasa, 26 Desember 2017

materi akidah akhlak kelas 5 (sifat marah, fasik, dan murtad)

1. Pengertian, larangan, akibat dan cara menanggulangi sifat marah
a. Pengertian marah
Pernahkah kalian melihat orang yang sedang marah? Bagaimana wajahnya,
ungkapan apa yang terdengar dari lisannya dan apa yang dilakukan?
Marah atau ghadab adalah luapan perasaan seseorang yang tidak senang
karena sesuatu. Mungkin karena dihina sehingga tersinggung karena dibohongi
seseorang atau karena keinginan tidak tercapai dan sebab lainnya.
Marah merupakan bentuk akhlak tercela sehingga harus hindari. Marah
termasuk perbuatan setan yang tidak boleh diikuti. Orang yang pemarah akan
mudah tersinggung dan mudah melakukan hal-hal yang buruk karena tidak
dapat mengendalikan diri.
Seorang yang sedang marah dapat diketahui melalui tanda-tanda atau
ciri yang tampak, antara lain:
1) Muka dan matanya tampak merah
2) Mulutnya berdesir
3) Tangannya gemetar
4) Mengeluarkan kata-kata kotor
5) Melakukan sesuatu yang merugikan, seperti: memukul, melempar,
membanting dan sejenisnya
Sebaiknya kalian harus berlatih tidak marah. Bagaimana caranya? Ya, tentu
bersabar dan berlatih mengendalikan diri. Ketika kalian hendak marah dalam
keadaan berdiri silakan kalian duduk. Ketika sedang berhadapan dengan
seseorang yang kalian marahi segera tinggalkan orang tersebut. Lebih bagus
lagi adalah ketika terasa mau marah segera mengambil air wudu dan segera
melakukan salat. Karena sifat marah seperti bara api dan api akan lenyap
dengan air. Nabi bersabda;
إِنّالْغَضَبَمِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ خُلِقَ مِنْ النَّارُ وَإِنَّمَا تُطْفَأ النَّارِ بِالْمِاءِ فَإِذَا
غَضِبَ أَحَدُ كُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ (رواه احمد)
Artinya : Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api dan api bisa
dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah hendaknya dia berwudu (HR. Ahmad )
b. Larangan marah
Perbuatan marah adalah perbuatan setan. Dan setan adalah makhluk yang
terkutuk. Karena itu jangan sekali-kali mengikuti perbuatan setan. Karena
sekali mengikuti perbuatan setan akan menjadi teman setan dan menjadi
makhluk terkutuk oleh Allah Swt. Karena itu jauhi dan hindari sifat marah,
berlatihlah menjadi seorang yang sabar, sebagaimana firman Allah Swt..
يَآيُّهَا الِّيْنَ آمَنُوْ لا تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَأنِّهُ يَأ مُرُ باِلْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan keji dan mungkar .... (Q.S. An-Nur [24]: 21).
Ajaran Islam melarang seseorang berbuat marah. Marah tidak pernah
ada manfaat sedikitpun. Bahkan marah hanya akan menyisakan segudang
kerugian. Karena itu jauhi dan tinggalkanlah.
c. Akibat marah
Pernah kalian melihat dari akibat sikap seseorang yang marah? Tentu,
tidak ada sedikitpun yang bermanfaat. Diantara akibat dari sikap marah
adalah:
1) Menanamkan permusuhan
2) Hancurnya sesuatu
3) Munculnya kata-kata kotor yang menyakitkan
4) Membuat orang lain tidak menyukai
5) Dimurkai oleh Swt.
d. Cara menanggulangi marah
Ada empat cara mengatasi sikap marah dan ini semua perlu untuk
dicoba sehingga menjadi kebiasaan, yaitu:
1) Segera memohon pertolongan kepada Allah Swt. dengan membaca
ta’awudz,
2) Diam dan menjaga lisan.
إِذَاغَضِبأَحَدُكُم فَلْيَسْكُتْ
Artinya: Jika kalian marah, diamlah (HR. Ahmad).
3) Mengambil posisi lebih rendah
2. Pengertian, larangan, akibat dan cara menghindari fasik
a. Pengertian fasik
Menurut bahasa, kata fasik dalam bahasa Arab: فا سق berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu-fisqan-fusûqan atinya keluar atau menyimpang dari perintah. Sedangkan menurut terminologi atau istilah orang fasik maksiat meninggalkan
perntah allah dan menyimpang dari jalan yang benar. Orang yang fasik suka
melakukan maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan menyimpang dari jalan
yang benar atau orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi senantiasa
berbuat dosa atau kemaksiatan.
b. Larangan fasik
Fasik adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh ajaran Islam. Karena
perbuatan fasik adalah perbuatan setan yang senantiasa berperilaku
menyimpang.
c. Akibat fasik
Karena fasik merupakan perbuatan yang dilarang untuk dilakukan maka
bagi yang melakukan pasti akan meninggalkan akibatnya. Diantara akibat
fasik adalah:
1) Tidak dipercaya oleh manusia
Salah satu ciri orang fasik adalah perkataan tidak sesuai kenyataan. Dia
menyatakan sebagai orang Islam tetapi melakukan maksiat atau dosa
besar. Orang yang seperti ini tidak dipercaya oleh manusia.
2) Allah Swt. tidak memberi petunjuk
Orang yang fasik terkenal dengan sebutan munafik. Orang yang fasik
terputus dari petunjuk Allah Swt.
3) Terancam masuk neraka
d. Cara menghindari fasik
1) Kembali kepada kitab suci al-Quran
Setiap hal yang terjadi senantiasa agar dikembalikan kepada kitab suci
Al-Quran sehingga dapat terhindar dari sifat fasik.
2) Berperilaku sesuai aturan agama
Umat Islam hendaknya senantiasa berperilaku dan beramal sesuai ajaran
agama Islam. Karena hal ini secara otomatis dapat menghindarkan diri
dari fasik.
3) Memahami betapa besar kerusakan/bahaya akibat fasik
Betapa besar hukuman Allah Swt. kepada orang yang fasik, yakni neraka.
Karena itu umat Islam harus senantiasa memahami betapa besar bahaya
dan akibat fasik.
3. Pengertian, larangan, akibat dan cara menghindari murtad
a. Pengertian murtad
Menurut bahasa murtad adalah meninggalkan atau keluar dari suatu agama. Dan menurut istilah murtad berarti meninggalkan atau keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain sehingga hukumnya menjadi kafir. Apabila sudah dinasihati untuk kembali kepada agama Islam namun tidak mau kembali maka orang tersebut terkena ancaman dosa besar.
b. Larangan murtad
Agama Islam menurut Allah adalah agama yang sempurna, sehingga di
dalam ajaran Islam telah lengkap dengan segala aturan kehidupan manusia. Bahkan telah diridai oleh Allah. Keluar dari agama Islam merupakan sikap yang sangat dilarang sehingga pelakunya disebut murtad. Sikap ini hukumnya haram dan diancam dengan dosa besar.
c. Akibat murtad
Di dalam QS. An Nahl [16]: 106 Allah Swt. berfirman bahwa seseorang yang sesudah beriman kemudian kafir kepada Allah maka ia akan mendapat murka Allah. Karena ia telah mengkhianati dirinya dan Allah Swt.
d. Cara menghindari murtad
Perbuatan keluar dari ajaran Islam disebut riddah dan orangnya disebut
murtad. Riddah merupakan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah Swt.
sehingga harus selalu dihindari. Cara untuk menghindari adalah:
1) Mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan
menghayati, meyakini dan mengamalkan
2) Menjauhkan diri dari orang-orang yang berperilaku buruk, seperti:
mabuk-mabukan, suka membolos, suka berkelahi dan perbuatan tercela
lainnya
3) Senantiasa memupuk keimanan dan ke Islaman dengan cara selalu
berbuat baik dan gemar beribadah.
4) Menjauhkan diri dari tempat-tempat maksiat yang mendorong berbuat

tercela, seperti: diskotik, night club (kelompok malam) dan sejenisnya.

1 komentar:

video pembelajaran tematik

VIDEO PEMBELAJARAN TEMATIK  KELAS 2 Mari kita tonton video diatas