1.
Pengertian, larangan, akibat dan cara menanggulangi sifat marah
a. Pengertian
marah
Pernahkah kalian
melihat orang yang sedang marah? Bagaimana wajahnya,
ungkapan apa yang terdengar
dari lisannya dan apa yang dilakukan?
Marah atau ghadab
adalah luapan perasaan seseorang yang tidak senang
karena sesuatu.
Mungkin karena dihina sehingga tersinggung karena dibohongi
seseorang atau karena
keinginan tidak tercapai dan sebab lainnya.
Marah merupakan bentuk
akhlak tercela sehingga harus hindari. Marah
termasuk perbuatan
setan yang tidak boleh diikuti. Orang yang pemarah akan
mudah tersinggung dan
mudah melakukan hal-hal yang buruk karena tidak
dapat mengendalikan
diri.
Seorang yang sedang
marah dapat diketahui melalui tanda-tanda atau
ciri yang tampak,
antara lain:
1) Muka dan matanya
tampak merah
2) Mulutnya berdesir
3) Tangannya gemetar
4) Mengeluarkan
kata-kata kotor
5) Melakukan sesuatu
yang merugikan, seperti: memukul, melempar,
membanting dan
sejenisnya
Sebaiknya kalian harus
berlatih tidak marah. Bagaimana caranya? Ya, tentu
bersabar dan berlatih
mengendalikan diri. Ketika kalian hendak marah dalam
keadaan berdiri
silakan kalian duduk. Ketika sedang berhadapan dengan
seseorang yang kalian
marahi segera tinggalkan orang tersebut. Lebih bagus
lagi adalah ketika
terasa mau marah segera mengambil air wudu dan segera
melakukan salat. Karena sifat marah
seperti bara api dan api akan lenyap
dengan air. Nabi bersabda;
إِنّالْغَضَبَمِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ خُلِقَ مِنْ النَّارُ
وَإِنَّمَا تُطْفَأ النَّارِ بِالْمِاءِ فَإِذَا
غَضِبَ أَحَدُ كُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ (رواه احمد)
Artinya
: Sesungguhnya
marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api dan api bisa
dipadamkan dengan air.
Apabila kalian marah hendaknya dia berwudu (HR. Ahmad )
b. Larangan marah
Perbuatan marah adalah
perbuatan setan. Dan setan adalah makhluk yang
terkutuk. Karena itu
jangan sekali-kali mengikuti perbuatan setan. Karena
sekali mengikuti
perbuatan setan akan menjadi teman setan dan menjadi
makhluk terkutuk oleh
Allah Swt. Karena itu jauhi dan hindari sifat marah,
berlatihlah menjadi seorang
yang sabar, sebagaimana firman Allah Swt..
يَآيُّهَا الِّيْنَ آمَنُوْ لا تَتَّبِعُوْا
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَأنِّهُ يَأ مُرُ
باِلْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya: Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti
langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan
itu menyuruh mengerjakan keji dan mungkar .... (Q.S. An-Nur [24]: 21).
Ajaran Islam melarang
seseorang berbuat marah. Marah tidak pernah
ada manfaat
sedikitpun. Bahkan marah hanya akan menyisakan segudang
kerugian. Karena itu jauhi
dan tinggalkanlah.
c. Akibat marah
Pernah kalian melihat
dari akibat sikap seseorang yang marah? Tentu,
tidak ada sedikitpun
yang bermanfaat. Diantara akibat dari sikap marah
adalah:
1) Menanamkan
permusuhan
2) Hancurnya sesuatu
3) Munculnya kata-kata
kotor yang menyakitkan
4) Membuat orang lain
tidak menyukai
5) Dimurkai oleh Swt.
d. Cara menanggulangi
marah
Ada empat cara
mengatasi sikap marah dan ini semua perlu untuk
dicoba sehingga
menjadi kebiasaan, yaitu:
1) Segera memohon
pertolongan kepada Allah Swt. dengan membaca
ta’awudz,
2) Diam dan menjaga lisan.
إِذَاغَضِبأَحَدُكُم فَلْيَسْكُتْ
Artinya:
Jika kalian marah, diamlah (HR.
Ahmad).
3) Mengambil posisi lebih
rendah
2.
Pengertian, larangan, akibat dan cara menghindari fasik
a. Pengertian fasik
Menurut bahasa, kata fasik dalam bahasa
Arab: فا سق berasal dari
akar kata fasaqa-yafsiqu-fisqan-fusûqan atinya keluar atau
menyimpang dari perintah. Sedangkan
menurut terminologi atau istilah orang fasik maksiat meninggalkan
perntah allah dan menyimpang dari jalan
yang benar. Orang yang fasik suka
melakukan maksiat, meninggalkan
perintah Allah, dan menyimpang dari jalan
yang benar atau orang yang mengaku
beragama Islam akan tetapi senantiasa
berbuat dosa atau
kemaksiatan.
b. Larangan fasik
Fasik adalah perbuatan
yang sangat dilarang oleh ajaran Islam. Karena
perbuatan fasik adalah
perbuatan setan yang senantiasa berperilaku
menyimpang.
c. Akibat fasik
Karena fasik merupakan
perbuatan yang dilarang untuk dilakukan maka
bagi yang melakukan
pasti akan meninggalkan akibatnya. Diantara akibat
fasik adalah:
1) Tidak dipercaya
oleh manusia
Salah satu ciri orang
fasik adalah perkataan tidak sesuai kenyataan. Dia
menyatakan sebagai
orang Islam tetapi melakukan maksiat atau dosa
besar. Orang yang
seperti ini tidak dipercaya oleh manusia.
2) Allah Swt. tidak
memberi petunjuk
Orang yang fasik
terkenal dengan sebutan munafik. Orang yang fasik
terputus dari petunjuk
Allah Swt.
3) Terancam masuk
neraka
d. Cara menghindari
fasik
1) Kembali kepada
kitab suci al-Quran
Setiap hal yang
terjadi senantiasa agar dikembalikan kepada kitab suci
Al-Quran sehingga
dapat terhindar dari sifat fasik.
2) Berperilaku sesuai
aturan agama
Umat Islam hendaknya
senantiasa berperilaku dan beramal sesuai ajaran
agama Islam. Karena
hal ini secara otomatis dapat menghindarkan diri
dari fasik.
3) Memahami betapa
besar kerusakan/bahaya akibat fasik
Betapa besar hukuman
Allah Swt. kepada orang yang fasik, yakni neraka.
Karena itu umat Islam
harus senantiasa memahami betapa besar bahaya
dan akibat fasik.
3.
Pengertian, larangan, akibat dan cara menghindari murtad
a. Pengertian murtad
Menurut bahasa murtad
adalah meninggalkan atau keluar dari suatu agama. Dan
menurut istilah murtad berarti meninggalkan atau keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain sehingga hukumnya
menjadi kafir. Apabila sudah dinasihati
untuk kembali kepada agama Islam namun tidak mau kembali maka orang tersebut terkena ancaman dosa
besar.
b. Larangan murtad
Agama Islam menurut
Allah adalah agama yang sempurna, sehingga di
dalam ajaran Islam
telah lengkap dengan segala aturan kehidupan manusia. Bahkan telah diridai oleh Allah. Keluar dari agama Islam merupakan sikap yang
sangat dilarang sehingga pelakunya
disebut murtad. Sikap ini hukumnya haram dan diancam dengan dosa besar.
c. Akibat murtad
Di dalam QS. An Nahl
[16]: 106 Allah Swt. berfirman bahwa seseorang yang sesudah beriman kemudian kafir kepada Allah
maka ia akan mendapat murka Allah.
Karena ia telah mengkhianati dirinya dan Allah Swt.
d. Cara menghindari
murtad
Perbuatan keluar dari
ajaran Islam disebut riddah dan orangnya disebut
murtad. Riddah
merupakan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah Swt.
sehingga harus selalu
dihindari. Cara untuk menghindari adalah:
1) Mempelajari agama
Islam dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan
menghayati, meyakini
dan mengamalkan
2) Menjauhkan diri
dari orang-orang yang berperilaku buruk, seperti:
mabuk-mabukan, suka
membolos, suka berkelahi dan perbuatan tercela
lainnya
3) Senantiasa memupuk
keimanan dan ke Islaman dengan cara selalu
berbuat baik dan gemar
beribadah.
4) Menjauhkan diri
dari tempat-tempat maksiat yang mendorong berbuat
tercela, seperti: diskotik,
night club (kelompok malam) dan sejenisnya.
Bagus sekali, bisa menangkap pelajaran penting di sini
BalasHapus