Ayo, amati dan nyanyikan bersama-sama!
Yatsrib
(Adaptasi lagu Selamat Ulang Tahun)
Oleh: Ida Herlina
Madinah itu Yatsrib jaman dulunya
Tanahnya subur makmur ramah penduduknya
Berdagang dan bertani pencariannya
Namun belum mengenal Allah Ta’ala
Datanglah seorang Nabi yang dirindukan
Membawa dakwah suci untuk keslamatan
Meski ada rintangan dalam perjuangan Masyarakat yang damai dapat tercipta.
Bagaimana keadaan masyarakat Yatsrib sebelum
kedatangan Nabi
Muhammad Saw.?
Ayo, pelajarilah uraian berikut dengan
sungguh-sungguh!
1.
Keadaan Madinah sebelum Nabi Hijrah
Yatsrib merupakan nama lain kota Madinah.
Wilayah Yatsrib dikelilingi
gunung berapi yang subur tanahnya. Sehingga
menjadi pusat pertanian dan jalur
perdagangan yang ramai. Kota Yatsrib merupakan daerah persawahan dan perkebunan, hasil terbesarnya adalah kurma dan anggur.
Masyarakatnya juga beternak seperti unta, sapi
kambing dan kuda. Selain itu mereka juga berdagang. Mata uang yang digunakan disana adalah Dirham dan Dinar, namun
adakalanya mereka berdagang dan melakukan
jual beli dengan cara tukar menukar barang (barter).
Penduduk Yatsrib
sebagaian besar merupakan pendatang. Sebelum hijrah Nabi Muhammad Saw., terdapat tiga suku besar dari agama
Yahudi di Yatsrib di ataranya suku
Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Selain suku
Yahudi terdapat pula suku dari bangsa Arab yang menetap di sana, di antaranya yaitu suku Aus dan Khazraj. Mereka
beribadah dengan cara menyembah
berhala. Pada awalnya suku-suku di Yatsrib hidup dengan rukun,
damai dan penuh rasa kasih
sayang. Mereka juga memiliki sifat-sifat terpuji diantaranya memiliki sifat yang berani, dermawan, setia, rela berjuang,
sabar dan jujur. Selain itu mereka juga
senang menerima tamu. Namun
selanjutnya mulai timbul saling curiga dan saling ancam. Perselisihan terjadi antara dua suku besar dari bangsa Arab, yaitu
suku Aus dan Khazraj. Mereka diadu
domba oleh suku Yahudi sehingga kehidupan masyarakatpun menjadi tidak teratur. Sangat sulit untuk menjalin
persatuan di bawah satu pemerintahan
yang mengatur semua kabilah. Yang menjadi
penyebab utama perselisihan salah satunya adalah masalah ekonomi. Terkadang mereka juga sering memperebutkan
daerah yang subur dan kekuasaan.
Namun dua suku tersebut dapat bersatu ketika melawan Yahudi. Meskipun kerukunan belum begitu terjalin
hingga kedatangan Nabi Muhammad Saw ke Yatsrib.
2.
Sebab-sebab Nabi Hijrah
ü
Kekerasan dan tekanan terhadap Islam di
Mekah/ adanya siksaan yang dilakukan orang Quraisy terhadap umat islam.
ü
Sebagian penduduk Madinah sudah masuk
Islam dan menjamin keamanan serta keselamatan umat manusia.
ü
Menyatukaan suku aus dan khazraj yang
sudah bertahun-tahun berselisih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar